Keluarga itu makan dengan gembira. Nicolae adalah paman favorit anak-anak keluarga Linden, dan ia juga merupakan ayah angkat Altair dan Vega. Kehadirannya di rumah itu selalu membuat mereka bahagia.
"Ah.. sudah jam 8 malam. Aku dan anak-anak pulang dulu ya. Besok mereka harus sekolah," kata Nicolae setelah meneguk habis wine-nya. Ia lalu berdiri dan menepuk bahu Altair dan Vega. "Ayo pamitan kepada orang tua kalian."
Altair bangkit dari kursinya dan memeluk ayah dan ibunya, diikuti oleh Vega. Kedua anak itu sekarang berumur hampir 16 tahun. Wajah mereka berdua sangat mirip. Hanya saja Altair lebih tinggi 15 cm dari adik kembarnya.
Mereka berdua sama-sama memiliki wajah rupawan dengan hidung tinggi, bibir tipis berwarna merah alami dan sepasang mata biru cemerlang. Kecuali warna mata, mereka berdua mewarisi wajah dan warna rambut ayahnya. Rambut platinum Vega tergerai indah hingga ke pinggangnya, sementara Altair membiarkannya tumbuh hingga ke bahu.
Dulu ia juga tidak menyukai wajahnya yang rupawan seperti perempuan, tetapi setelah bertemu ayahnya yang sangat maskulin dengan wajah yang serupa dengannya, ia menjadi lebih percaya diri. Ia tahu bahwa ia pun akan tumbuh menjadi laki-laki yang mengesankan seperti ayahnya.
Kini, ia juga tidak keberatan membiarkan rambutnya tumbuh panjang karena gadis-gadis di sekolah sepertinya menganggap ia keren dengan rambut seperti itu. Ah, ya.. Altair memang sangat populer di antara gadis-gadis. Lokernya di sekolah selalu dipenuhi oleh surat cinta atau hadiah dari para penggemar.
Setiap ia pulang ke rumah dan membawa tumpukan surat cinta itu, ayahnya akan menepuk kepalanya sendiri dan bergumam bahwa walaupun Altair lelaki, ia juga harus menunggu sampai ia berusia satu abad sebelum memikirkan tentang cinta.
"Ah.. Ayah ini kedengaran kuno sekali. Sekarang sudah zaman modern," kata Altair setiap kali sambil tertawa. Sama seperti Vega, ia tidak pernah menanggapi serius sikap ayahnya ini.
Altair sudah menyukai seorang gadis sejak mereka masih kecil. Gadis ini bernama Jean-Marie Wang, atau biasa dipanggil JM. Ia adalah anak dari seorang teman keluarga dan mereka sering bertemu di pesta keluarga.
JM sangat cantik dan sudah menjadi model profesional di usianya yang baru 15 tahun. Karena JM masih sangat muda, sama seperti dirinya sendiri, Altair tidak terburu-buru untuk menjalin hubungan. Tetapi ia tahu pasti, ia tidak akan membiarkan JM menunggunya hingga seratus tahun.
"Hati-hati di jalan, ya," kata Aleksis sambil memeluk kedua anak sulungnya bergantian lalu melepas mereka untuk naik ke mobil Nicolae. Tidak lama kemudian mereka pun menghilang ke jalan raya dan pagar besar mansion itu tertutup secara otomatis.
Ia berjalan menjejeri langkah suaminya yang menghalau kedua anak bungsu mereka, Ireland dan Scotland yang berumur enam tahun untuk masuk ke kamar mereka dan beristirahat.
"Ayo, sekarang kalian harus tidur. Ayah akan membacakan buku cerita bagi kalian," kata Elios sambil menggandeng Ireland dan Scotland di kanan dan kirinya.
Ia sangat menikmati perannya sebagai ayah sejak kedua bocah ini baru dilahirkan. Ia telah membacakan ribuan buku untuk mereka sebagai dongeng pengantar tidur, tidak pernah absen sehari pun.
Ireland dan Scotland adalah sepasang anak lelaki yang dilahirkan istrinya setelah mereka bersatu kembali. Keduanya mewarisi mata ungu ayahnya, tetapi penampilan mereka lebih serupa dengan ibu Aleksis yang separuh Asia.
Keduanya sangat dekat dengan ayahnya dan selalu ikut kemana pun ia pergi.
"Baiklah.. sampai di mana buku yang kemarin?" tanya Elios sambil membuka-buka buku dongeng Grimm di tangannya.
"Sampai penyihir tiba di istana!" seru Ireland dengan penuh semangat.
"Baiklah..." Elios membuka halaman yang dimaksud anaknya dan melanjutkan membacakan dongeng untuk kedua anak itu.
Aleksis yang melihat ayah dan anak sibuk sendiri dengan dongeng mereka mengintip dari balik pintu dan tersenyum puas. Ia lalu berjalan menuju teras depan dengan sebotol wine dan dua buah gelas di tangan. Ia menuang wine ke gelasnya dan mulai menyesapnya sambil memandangi bulan yang bersinar penuh di langit malam.
Nanti, setelah suaminya selesai menidurkan anak-anak mereka, ia akan bergabung dengannya di teras dan mereka akan minum bersama sambil mengobrol.