Vanya melangkah maju, kakinya gemetar. "Julian!" panggil Vanya, suaranya pecah. Julian dan Richard menoleh ke arahnya. Vanya berlari ke arah Julian, memeluknya erat, mengabaikan Richard dan Elias. "Kau baik-baik saja? Kenapa kau tidak bilang ada yang menembakmu?" Julian membalas pelukan Vanya, terkejut dengan reaksi emosional itu. "Aku baik-baik saja, Vanya. Sudah berlalu," Julian meyakinkannya. Richard menatap adegan itu dengan jijik. "Ini tidak pantas di sini, Julian. Ada masalah yang harus kita selesaikan." Vanya melepaskan pelukan itu, menatap Julian. Dia tau, Richard tidak suka kalau dirinya bermesraan dengan Julian, tapi anehnya. Dia ingin cepat Julian memberikan cucu untuknya. Richard mendekat, ekspresinya dingin. "Julian, tangani istrimu. Jangan biarkan emosi ini menghalangi p

