Kenikmatan Pengalihan Janji

1319 Words

Vanya mendongak, matanya yang sedih kini dipenuhi pertanyaan baru. "Julian?" Julian tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya mencondongkan tubuh ke depan, menutup jarak, dan menci*m Vanya. Itu adalah ci*man yang mendesak, penuh tuntutan, sebuah upaya putus asa untuk mengalihkan perhatian, baik Vanya maupun dirinya sendiri, dari kebohongan dan rahasia yang memenuhi kamar itu. Di sela-sela kecupannya, Julian berbisik. "Vanya, aku menginginkanmu malam ini." Julian mendekat, tangannya yang lembut menyentuh dagu Vanya, mengangkat wajah istrinya agar sejajar dengan matanya. Dia tidak menjawab pertanyaan Vanya tentang orang tuanya. Dia hanya fokus pada air mata yang membasahi wajah istrinya. C*uman itu dimulai dengan sangat lembut, sentuhan bibir yang perlahan. Itu adalah upaya untuk menen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD