Vanya berdiri di antara dua dunia. Di depannya, ada panggung konferensi pers, menanti Nyonya Alistair yang glamor. Di belakangnya, di balik dinding yang baru saja terbuka, suaminya mengatur pembunuhan seorang pria. Dan dia, Vanya, adalah alibi, kaki tangan yang sempurna. 'Peranku harus sempurna hai ini. Kalau tidak, bukan hanya aku yang mendapatkan hukuman. Tapi, mungkin keluargaku ikut terkena imbasnya,' batinnya. Julian berbalik, tatapannya menyapu Vanya. “Sekarang, Vanya. Waktunya untuk tersenyum. Waktunya untuk membiarkan dunia melihat betapa bahagianya Raja Hantu. Pergilah ke kamar ganti. Setelah kau keluar, kau bukan lagi Vanya yang ketakutan. Kau adalah Nyonya Alistair, istri seorang jenius teknologi yang brilian.” Vanya mengangguk. Ia berbalik dan berjalan menuju kamar ganti yan

