51 Malam itu, Zayan dan Raid kompak menunggui Ivana yang baru selesai menjalani operasi tadi menjelang Magrib. Kondisi Ivana yang masih sangat lemah, menjadikan Zayan tidak tega untuk meninggalkan perempuan tersebut. Beberapa karyawan dan supervisor perusahaan tadi sudah datang menjenguk. Keluarga Harimurti pun tengah dalam perjalanan pulang, demikian pula dengan Hadrian. Kala malam makin larut, Zayan meminta Raid untuk tidur lebih awal, dan nanti akan bergantian menjaga. Pria bercambang itu bertahan di kursi samping kiri ranjang pasien. Memandangi wajah Ivana yang tampak pucat dan kuyu. "Tidur, Bun," bisik Zayan. "Aku kepikiran Kai, Mas," jawab Ivana dengan suara nyaris tidak terdengar. "Banyak orang yang ngejagain, Bun. Tenang aja. Ibu dan yang lainnya juga tengah dalam perjal

