Chapter 26. Tuan Aryan.

1233 Words

Di ruang ICU Intan menatap sedih kondisi ibu-nya yang tengah berbaring di atas ranjang dipenuhi berbagai alat medis yang menempel di tubuhnya. Air mata seakan tidak mau berhenti mengalir, saking sesaknya melihat pemandangan tersebut. “M-mama…..,” gumam Intan lirih dengan bibir bergetar, ketika menyentuh perlahan tangan ibu-nya. Raut wajah bersalah nampak jelas terlihat karena sudah membawa ibu-nya turut serta bersamanya. Seandainya sang ibu masih tinggal di Jakarta, hal ini tidak akan pernah terjadi. Sesal pun sudah terlambat, Intan tak lagi mampu untuk mencegahnya. “M-maafkan Intan, Mah,” sesalnya karena telah membuat kondisi ibu-nya jadi seperti ini sekarang. Cukup lama Intan menemani dan menggenggam tangan ibu-nya dengan rasa penyesalan yang dalam, hingga pada akhirnya ia tertidur

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD