Chapter 18. Satu Meja Makan.

1418 Words

Di kantor. Dirga sudah uring-uringan sejak dari semalam hingga siang ini. Kepala-nya terasa ingin pecah, bila terus memikirkan semua yang sudah ia katakan semalam kepada omah-nya. “Arghh….,” teriak Dirga begitu frustasi, sambil menyugar rambutnya. Ia nampak gelisah dan tidak focus dengan pekerjaan di hadapannya. Aryan yang sedari tadi nampak memperhatikan ada yang janggal dengan bos-nya, langsung menghentikan aktivitasnya. “Hei, ada apa denganmu, Tuan? Apakah yang sedang terjadi denganmu?” Dirga menoleh ke arah asisten-nya dengan tatapan malas. Ia khawatir jika asisten-nya tersebut akan menertawakan tindakan bodohnya. Tidak habis pikir, bisa-bisanya ia sampai menyebut nama Intan Maharani yang statusnya seorang janda sebagai kekasihnya pada sang nenek. “Bukan urusanmu!” semprotnya kesal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD