Bab 14

1468 Words

Ketika telah berada di luar fakultas ekonomi langkah Nathan terhenti. Gigi cowok itu bergemeletuk, bola matanya seakan ingin keluar dari kelopak mata. Tak jauh dari hadapannya berdiri, dia melihat Naya yang tengah berhenti dan juga menatap ke arahnya. Mata gadis itu memerah. Tatapan matanya kini seolah sedang menantang Nathan. Hatinya merasakan perih luar biasa ketika melihat wajah cowok itu. Nathan mendekat, tanpa banyak bicara ia langsung menarik tangan Naya secara kasar menuju mobilnya. Cowok yang tengah terkalut dalam api emosi tersebut melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Selama di dalam mobil tidak ada percakapan. Sesampainya di rumah Nathan menyuruh ART dan satpam rumahnya untuk libur hari ini. Kini tinggal pasutri tersebut berdua di dalam rumah. Nathan langsung menghempa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD