Naya memasuki perpustakaan yang ada di rumah Maudy. Suasana di sana tamaran. Naya menyukainya, karena gelap dan sepi adalah temannya. Sejak kecil ia sudah terbiasa menyendiri. Suasana di perpustakaan itu seolah menggambarkan hati Naya yang juga kelam saat ini. Naya melihat-lihat buku yang ada di sana, hampir semua buku-buku yang ada di sana bergenre thriller, misteri, horor, dan action. Gadis itu lalu duduk di kursi. Lagi-lagi buliran bening itu keluar tanpa diizinkan. Hatinya kembali digoroti rasa sakit. Sudah dua hari dirinya berada di rumah Maudy dan tidak berani keluar dari sana. Bahkan untuk ke kampus pun Naya sudah tidak berani lagi. Dirinya takut jika nanti bertemu dengan Bianca. Selain itu, Naya juga belum siap berjumpa dengan Nathan. Dua orang itu adalah sumber rasa sakit kehidu

