Pak Anam juga baru menyadari akan kelalaiannya. Dia tidak menyangka kalau hal kecil saja bisa berakibat fatal. Bahkan sampai detik ini pun dia tidak begitu tahu apa yang terjadi pada kali ini. "Kenapa diam?" Tanya Nenek Sumi. "Saya melupakan pesan tersebut," jawab Pak Anam. "Nah, kalau seperti itu, sekarang kalian sudah tahu penyebab dari kejadian ini, selebihnya saya tidak tahu karena saya bukan penguasa di dunia ini, saya hanya manusia biasa seperti kalian. Lebih baik, sekarang kalian kembali ke bumi perkemahan karena keadaan di sana sedang kacau!" Suruh Nenek Sumi. Setiap langkah kakinya memberikan isyarat bahwa dia seperti orang yang tidak mau diganggu. Hanya mendengar perintahnya saja sudah berarti seperti pengusiran secara halus. Kalau akan dibahas akan lama dan mungkin malah a

