Ana berlari sekuat tenaga. Dia memutuskan untuk terus berlari menghindar ular yang hampir saja melukai kakinya. Napasnya tersenggal-senggal seiring langkah kakinya. Tepat di bawah pohon yang di bawahnya terlihat luas tanpa rerumputan. Sedikit perlu dipertanyakan, akan tetapi dia tidak tahu harus tanya kepada siapa, secara dirinya hanya sendirian di dalam hutan. Akhirnya Ana lebih memilih untuk jalan kaki saja untuk mengurangi rasa haus akibat lari-lari. Ana diam dan dia berusaha untuk diam. Lagi-lagi ada sesuatu yang membuatnya ragu terhadap keadaan yang ada. Dia menatap sekelilingnya untuk memastikan bahwasanya tidak terjadi sesuatu. Namun, lagi-lagi hanya lapangan kosong yang dipenuhi oleh beberapa pohon. Ana hanya bisa menghela napas dan bahkan dia seperti akan menyerah. Cukup berat

