115

1202 Words

Dua hari setelah itu. Setelah kejadian di Rumah Sakit mas Widi sempat mengirimkan pesan padaku yang minta maaf atas sikap dan ke aroganan istrinya. Dia minta maaf padaku dan Adrian. Kami bilang tak masalah. * "Bu, ada wanita yang tempo hari di kantornya Direktur! Dia mengendap-ngendap dari lobby utama dan memaksa masuk. Kami sudah mencegah, tapi dia bersi keras." Staf dari lobby utama naik ke lantai dua, mencari dan memberitahuku. Kebetulan aku sedang di ruang arsip saat itu. "Di mana wanita itu?" Aku tahu wanita yang dimaksud oleh staff ku itu adalah Dinda. Aku tak mengerti, Kenapa dia terus datang dan mengganggu kehidupan kami. "Di ruangan direktur." "Apa Pak direkturnya ada?" "Iya, Bu, kebetulan tadi ada tamu. Pak Adrian, lalu menyuruh kliennya untuk menunggu di ruang istirahat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD