Tentu saja aku langsung emosi, aku langsung melempar pakaian itu ke lantai yang ada di dekat kakinya. Barang-barang itu berhamburan ke lantai dan membuat dia terbelalak. Dia yang sedang makan langsung tersentak dan menghentikan suapan tangannya. "Ada apa ini?" "Apa pertanyaannya tidak terbalik?" Aku yang emosi, aku yang sudah merasa bahwa ubun-ubunku membara langsung berteriak padanya. "Kau ini kenapa? Aku sedang makan, Syifa." Lelaki itu sontak marah. "Makanlah, lanjutkan, dan telan makanan itu dengan nyaman! Sementara pembantumu ini akan melakukan apa yang kau mau," ucapku sambil menatapnya dengan tajam. Hatiku bergejolak seperti gunung api yang siap meletus. Aku sangat murka, aku tidak menerima penghinaan ini. "Aku tak mengerti!" Lelaki itu memasang wajah heran, sikap polosnya

