50

1137 Words

"Ayo Bu, kita pulang saja," ujarku pada kedua orang tuaku, merasa bahwa kehadiran kami akan membuat istri baru memasuki di merasa canggung aku pun memutuskan untuk mengajak kedua orang tuaku pulang. "Tapi Mbak, bukannya Mas Widi mengundang saya kemarin untuk bertemu dengan kalian semua kenapa kalian mau pulang? aku bahkan tidak berkenalan dengan anak-anak," ucap Dinda. Aku nyari saja marah dan melotot padanya karena permintaan yang berlebihan itu membuatku benar-benar berada di titik didih kemarahanku. Beraninya dia ingin memperkenalkan dirinya kepada anak-anak. Lantas apa yang ia bayangkan tentang respon putra-putriku. Apa dia pikir mereka akan bahagia lalu memeluknya dan memanggilnya ibu? Konyol sekali. "Berkenalannya lain kali saja, aku tidak ingin situasi berubah menjadi mencolok

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD