entah apa sebabnya

636 Words
Ya, entah apa yang harus kulakukan. Rasanya aku tidak percaya dengan apa yang kulihat, ingin menepis bahwa semua yang kulihat hanya mimpi... tapi sekali lagi aku menjepit wajah dan semuanya masih kenyataan yang sama. Bukti transferan itu masih terpampang nyata di depan mata, meski aku terus menggulir ke bawah, bukti transfer itu tidak ada habis-habisnya, bahkan mungkin ratusan kali dalam sehari, tidak habis, dan tak kuasa lagi k****a hingga air mata ini menetes begitu saja. Aku berusaha menyembunyikan perasaan di dekatnya, menghapus air mataku secepat mungkin. Parahnya, aku terbelalak dengan semua bukti yang ada, sedang suamiku ada di sisiku. Ya Allah, jantungku bergemuruh. Pertanyaannya ... berapa banyak uang yang harus dikeluarkan, kalaupun uang itu bolak-balik ditransfer dalam jumlah yang sama, bukankah ada biaya transaksi? Tapi ah, tapi mereka sama-sama memakai bank yang sama, jadi, gratis. Sumpah, ini kreatif. Aku ingin tertawa tapi aku sedih dan tidak menyangka. Astaga ... kepalaku berdenyut, jantungku berdebar makin kencang, seolah darahku dipompa dua kali lebih cepat hingga membuat tubuhku panas dingin, telapak tanganku mulai berkeringat dan perlahan sensasi pusing dan mual melengkapi rasa syok yang tidak pernah kuduga. Apakah ini modus perselingkuhan terbaru. Setelah kemarin viral artis yang berselingkuh dengan aplikasi ojek online, Apakah kini suamiku terinspirasi untuk berselingkuh dengan menggunakan m-banking? Apa apaan ini! ingin sekali aku bertanya kepada mas Widi tapi jika aku buru-buru bertanya, maka akan terjadi perdebatan dan dia akan segera menghilangkan history percakapan itu dengan menghubungi pihak bank. (Sayang yang kemarin enak) Apanya yang enak? Astagfirullah, dadaku sangat panas. Pesan opsional itu terjadi di dua hari yang lalu. Apakah dia baru saja ditraktir makanan oleh suamiku sehingga dia bilang enak tapi kenapa lancang sekali pengirim pesan opsional itu bilang sayang kepada suami orang. Kenapa si pengiring misterius itu menyebut suamiku dengan panggilan yang begitu mesra. Apa dia gila. Dan lantas, suamiku yang membalasnya juga adalah orang gila? Dan kita semua yang ada dalam lingkaran permainan mereka jadi gila? Jadi dua orang gila sedang berselingkuh menggunakan m-banking. Ya Allah, perlahan air ludahku pahit, seolah-olah seperti mengulum sabun atau soda kue, sensasi rasa pahit yang korosif di tenggorokan membuatku tercekat, seakan asam lambungku langsung melonjak naik. Apakah ini rasanya ketika seseorang memergoki suaminya melakukan perselingkuhan? Ya Allah, amit amit, Di dalam keputus asaan, aku masih berharap bahwa ini hanya main-main saja. Tapi fakta yang ada menamparku. Kalau mereka hanya main-main kenapa harus pakai m-banking dan mengirimkan uang. Bukannya ada cara yang lebih simpel dengan menelepon langsung atau bertemu? Konyol sekali. "Hei, ada apa?" Suamiku bangkit dan menepuk punggungku aku yang refleks segera tidak sengaja log out dari mutasi rekeningnya. Ah, aku geram dengan ketidaksengajaanku. "Kenapa? Kenapa bola matamu berkaca-kaca?"tiba-tiba lelaki itu merasa tegang dan heran. "A-aku t-tiba-tiba kepikiran ibu mertua dan merasa belum menjadi menantu yang baik sepenuhnya. Seharusnya kita berada di samping beliau untuk menemani beliau terapi dan menghibur masa-masa tuanya." "Ah, kau benar-benar berhati lembut Sayang," ucapnya sambil segera merangkul diriku tapi tangan kanannya menyambar ponsel dari tanganku. Sepertinya lelaki itu punya feeling kalau aku melihat mutasi rekeningnya, ah, aku bahkan belum menyimpan bukti kalau tiba-tiba dia menghilangkan mutasi rekening itu. Aku benar benar panik. "Aku mencintaimu," ucap mas Widi sambil membingkai wajahku dengan kedua tangannya dan mengecup diantara kedua mataku. Entah kenapa ucapannya terdengar sumbang dan pura-pura. Aku tiba-tiba jadi curiga dan jijik pada suamiku sendiri. Sekali lagi, aku harus melihat history percakapan itu agar bisa menarik kesimpulan yang sebenarnya. Rasa penasaran dan ingin tahu bergejolak di hatiku, pun aku geram dengan bunyi kata sayang dan kalimat kangen kangen tadi. Tapi, dari manakah aku tahu pemilik kode misterius yang menghubungi Suamiku, haruskah aku pergi ke bank dan bertanya? tentu saja Bank tidak akan memberitahuku siapa pengirimnya karena itu akan melanggar privasi. Ataukah aku harus menguntit suamiku sepanjang hari? lalu bagaimana dengan tugasku di rumah dan tanggung jawabku kepada anak-anak? Allahu akbar... aku harus bagaimana.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD