"Oh ya? Apakah kau benar-benar kaya? Kalau aku minta 30 miliar, apa kau punya?" Aku menantangnya sambil berkacak pinggang. "Tentu, tapi aku juga punya syarat." Dia sama sekali tidak terkejut saat aku menantangnya dengan uang sebanyak. Dia tetap tenang dan santai. "Apa syaratnya?" "Kau jangan bercerai dengan mas Widi," balasnya dengan santai. "Apa, kenapa tidak, bukannya itu bagus untukmu?" "Kau bermaksud menyusahkanku kan' dengan minta uang sebanyak itu? padahal, aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku malah ingin kau jadi kakakku sehingga aku punya teman bicara dan tempat mengadu. Tapi karena kau sudah lontarkan berapa banyak standar harga suamimu, maka, aku akan memenuhinya." Wanita itu tertawa sementara aku makin geram. "Lalu, kenapa tidak temukan saja lelaki yang baik untuk dirimu?

