65

1155 Words

Pukul empat tadi, aku dijemput Adrian menuju Sidney Harbour. Di dermaga dengan pemandangan gedung Opera house dan latar belakang jembatan ikonik yang membentang megah, aku dan dia duduk sambil menikmati hangatnya matahari sore. Aku dan dia membeli dua gelas kopi mocca di Starbuck, lalu membagi sandwich berukuran besar di antara kami. Pria itu makan dengan antusias, sementara aku lebih santai menikmati suasana, merasakan angin yang meniup wajahku, menikmati deburan ombak yang menyapa sisi dermaga, kicau burung pelikan yang riuh, serta suasana dermaga yang cukup bersih. Sungguh, vibesnya berbeda daripada keadaan di negaraku. "Boleh bertanya, ada hal yang mengherankan saat aku pertama kali berjumpa denganmu, hal itu jadi pertanyaannya dan terus-menerus bergelayut dalam benakku. Aku hera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD