92

1174 Words

Tak sabar rasanya menunggu pagi, sepanjang malam mata ini enggan terpejam membayangkan betapa bahagianya aku menjemput anak anak. Betapa gembiranya kami akan tinggal bersama tak akan terpisahkan selamanya. Sebulan tak serumah membuatku sangat rindu bahkan menggerus berat badanku, aku selalu berurai airmata dikala rindu pada anak anak menyerangku. Sekarang, beberapa jam lagi, pagi menjelang, aku akan menjemput Faris dan Farisa. * Usai salat subuh, aku langsung membereskan cucian di ruang laundry lalu membersihkan rumah dan menyiapkan makanan. Kali ini aku masak lebih banyak dan menyiapkan makanan kesukaan anak-anak. Tak lupa kuberitahu pada kedua orang tuaku kalau kedua anakku akan datang. "Benarkah apa Widi kemudian menyerahkan hak asuh kepadamu?" "Iya Bunda." "Kok bisa tiba tiba b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD