109

1061 Words

(apa, apa katamu!) (Kau tahu, dalam keadaan yang sangat terhimpit Ia hanya terpikir untuk menghubungiku bukan mencari dirimu yang tidak peka. Kau tahu, dia menangis di hadapanku dan mengatakan kalau dia menyesal atas semua yang terjadiz juga dia bilang kalau akulah satu-satunya harapan. Dia bilang kalau akulah harapannya, bukan dirimu yang istri sahnya sekarang. Jadi, akankah ini adalah situasi yang terbalik?) (Apa yang kau maksudkan!) (Berhati hatilah Dinda, meski kau memiliki dia tapi kami hampir 12 tahun bersama, kami punya anak dan kenangan.) Aku sengaja mengguncang mentalnya. Aku tidak bermaksud serius dengan perkataanku, karena sekarang aku sudah bertunangan dan cincin yang tersemat dari di jariku bukanlah main-main. Aku hanya menyakitinya. (Menyesal aku mengucapkan selamat.) (

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD