94

1107 Words

Aku berusaha mengemas air mata dan menutupi kesedihan di hadapan keluarga dan anak-anakku. Kubasuh wajahku wastafel lalu bergegas menyambangi ibuku yang memanggil. "Ada apa Bunda?" "Ada dokter Okan mengunjungimu." Di saat moodku sedang hancur sebenarnya aku tidak ingin bertemu dengan siapapun. Dalam keadaan hati yang sedikit terguncang seperti ini aku jadi geram mendapatkan kunjungan orang yang tidak ku inginkan. "Ada apa dia datang?" "Apanya aneh kalau dia datang, bukankah kalian berteman?" "Ah, iya, benar juga." "Jika kau tidak sedang sehat untuk menerima tamu maka Bunda bisa memberitahunya." "Tidak masalah, biar kutemui dia." Ku bawakan secangkir kopi yang baru saja dibuatkan bunda untuk dokter Okan lalu menemui pria itu yang langsung berdiri melihatku datang dari dalam, seny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD