Adu mulut dan perang dingin di antara kami yang tidak bisa dihindarkan membuat keadaan menjadi kacau dan berantakan. Setelah mengungkapkan semua kekesalan dan isi hatinya pria itu lantas pergi sambil membanting wadah lilin dari atas meja konsol. Prang! "Aku benar-benar tidak menyangka akan perbuatanmu, Syifa." "Apa kau sangat murka ketika perbuatanmu yang menjijikan itu ketahuan? Aku penasaran sejak kapan kau berani melakukan itu padaku? apa rasanya saat kau pulang sehabis berselingkuh lalu menemuiku dan pura-pura tersenyum, apa semua sikapmu selama ini hanyalah kepalsuan yang kau tunjukkan?" "Terserah kau saja!" "Mungkin aku butuh jawaban namun kebungkamanmu sudah menjawab semuanya." "Asumsimu terlalu berlebihan," desisnya sambil membanting pintu. Tidak aku dapatkan jawaban atas

