86

1281 Words

Tring. Ponselku berdenting tak lama setelah kepergian Dinda. Itu adalah panggilan dari dokter jiwa yang sempat menuliskan resep obat untukku. Dia menelponku dan ternyata sudah berkali-kali panggilannya masuk ke ponselku, mungkin karena saat itu aku sedang bertemu dengan Dinda jadi aku tidak mendengarnya. "Halo," ucapku pada sambungan telepon yang tidak kusimpan pemiliknya itu. "Halo, ini aku dokter Okan." "Iya Dok, ada apa?" "Apa kau sudah minum obatmu?" "Aku tidak lagi mengonsumsi obat antidepresan, aku sudah membaik." "Sebenarnya aku ingin mengajakmu untuk peresmian klinik dokter Widi di hari Sabtu depan apa kau bisa." "Menurutmu apa ide bagus mengajakku ke arah peresmian itu, Dok. Bukannya kehadiranku akan seperti tamu tidak diundang." "Tidak juga, kau masih terikat dengannya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD