“Mau sampai kapan begini?” Gina meletakkan ponselnya dengan d**a yang sesak, menarik dan menghembuskan napas panjangnya agar tenang, tidak hanya itu tapi juga membuat jiwanya tetap baik-baik saja supaya tidak berdampak apapun pada Putri. Mereka baru saja mencari rumah untuk ditinggali dan sekarang kembali memasang foto kebersamaan mereka, Gina sudah mati rasa atas apa yang dilakukan Fierly. “Abi kamu kapan berhenti ketemu sama dia?” Gina menatap Putri yang sedang tidur “Mau bertahan sampai kapan? Padahal kemarin sudah senang melihat perubahan abi kamu tapi nyatanya hanya sandiwara.” Beranjak dari tempat duduknya setelah memastikan Putri tidur dengan nyaman, menyelesaikan pekerjaan rumahnya yang memang tidak pernah ada habisnya. Gina baru saja pulang dari toko untuk menyelesaikan pekerj

