Alian membuka matanya mengumpulkan kesadarannya. “Sayang?" Panggil Alian saat menyadari tak ada Ily disampingnya. “Sayang?” Panggil Alian lagi, namun tak ada jawaban. Alian langsung bangkit dari tidurnya mencari Ily dikamar mandi, namun tak ada. Dengan cepat Alian mengganti bajunya dan segera keluar kamar hotel mencari Ily. Alian menghela nafas lega saat melihat Ily ada di resto hotel. “Kamu kok gak ngajakin aku sarapan?” Tanya Alian lembut sembari mengelus pipi Ily.Ily hanya diam tanpa menoleh pada Alian sembari melanjutkan memakan cake yang sedari tadi ia pesan. “Kamu masih marah?” Tanya Alian lagi. Pertanyaan yang bodoh sebenarnya, karna tentu saja Ily marah. “Pikir aja sendiri,” balas Ily ketus kemudian berlalu dari Alian. Lagi-lagi Alian harus menghela nafasnya panjang. Alian la

