Alian menyeka peluh didahinya. Senyumnya mengembang melihat sarapan yang ia siapkan untuk istrinya sudah selesai. Ntah disengaja atau tidak, pagi ini Ily bangun tak secepat biasanya. Senyuman Alian tadi memudar mengingat sikap dingin istrinya sejak tadi malam. Alian sudah berulang kali mengajaknya bicara, tapi tetap saja Ily memilih diam atau menghindar. "Sayang sarapan yuk, aku udah masakin nih," ucap Alian saat melihat Ily turun dari lantai atas. Alian mengerinyitkan dahinya saat melihat Ily sudah rapi dengan dress longgar dibawah lutut dan tas kecil yang ia sandang. "Aku sarapan dirumah mama aja," balas Ily datar tanpa menoleh pada Alian. "Aku antar ya. Kita kesana sama-sama." "Aku mau pergi sendiri." "Gak papa sayang, aku antar aja ya." "Kamu denger gak sih? Aku mau pergi sendiri

