Chapter 46

1169 Words

Ily menata makanan di atas meja namun dengan perasaan yang sulit di artikan, pikirannya kembali mengingat tentang kejadian kemarin malam. Bahkan sampai saat ini Alian masih terlihat mendiaminya. Ily menghembuskan nafasnya saat sudah selesai menata sarapannya. "Daffa mau makan apa nak?" Tanya Ily pada putranya yang sudah duduk dikursi yang disediakan khusus untuk Daffa. Daffa tampak mengedarkan pandangannya keseliling makanan namun tak kunjung menentukan pilihan. "Au ama daddy," ucap Daffa. Sepertinya Daffa sedang ingin sarapan dengan daddynya. "Yaudah kita tunggu daddy dulu ya, daddy lagi mandi." Tak berapa lama Alian tampak sudah keluar dari kamar dengan pakaian rapi, kemeja hitam melekat pada tubuh kokohnya. "Kamu mau kemana?" Tanya Ily.  "Mau ke kantor bandara," Ily menghela nafas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD