"Sayang..." "Hmmmm?" Alian terus mengelus rambut Ily yang sedang bersandar di dadanya. Pandangan mereka sama-sama terfokus pada siaran televisi yang mereka lihat. "Kan kamu udah selesai mandi nih, makan juga udah, sekarang cerita dong kamu lagi kenapa," Ily mendongakkan wajahnya menatap Alian yang juga sedang menatapnya. Alian tampak berfikir sejenak, kemudian di ambilnya remote tv yang sedari tadi ada di atas meja kemudian dimatikannya tv itu. Ily memperbaiki posisi duduknya, sepertinya pembicaraan ini akan sangat serius. Benar saja, wajah Alian terlihat sangat serius, karna memang bagi Alian ini adalah sesuatu yang serius. "Aku udah tau siapa yang nabrak kamu waktu di bandara," ucap Alian. "Siapa?" Ily kini benar-benar penasaran. Pasalnya ini sudah menggangu pikirannya akhir-akhir

