Kebahagiaan Horizon

1601 Words

"Tentu saja tidak. Ayo, silahkan masuk." Sungguh sangat bahagia Horizon dan Sauna mendengar jawaban dari Papa Henry. Pun dengan daun pintu yang terbuka lebar untuk meminta keduanya masuk ke dalam kamar. Sauna dan Horizon bersama-sama berjalan masuk ke dalam kamar. Saling bergandengan tangan mengikuti ke arah mana sang Papa berjalan. "Duduklah," pinta Papa Henry Seraya duduk di atas sofa. Horizon mengajak Sauna untuk duduk lebih dulu, tepat di seberang sofa di mana Papa Henry duduk. "Bagaimana kabarmu, Pa?" tanya Horizon sesaat setelah duduk di samping Sauna. Senyum tipis tertarik di kedua sudut bibir Papa Henri. "Seperti yang kau lihat sendiri. Apa kau peduli denganku?" "Tentu saja. Bukankah aku ini masih satu darah denganmu?" Sang Papa terkekeh kecil. "Kenapa jadi canggung sekali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD