"Bagaimana perasaan lo, Bumil?" Gangika mendekati Sauna, yang kini bersamanya mengambil beberapa makanan. Senyum tersemat di kedua sudut bibirnya dengan tangan memegang piring berbahan kaca seraya mengambil makanan yang ada di meja prasmanan. "Aku? Tentu saja sangat bahagia, Ka. Ini adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu dan terutama Horizon." Gangika ikut tersenyum sekaligus memberut wajah. "Gue jadi pengen kayak lo, Na. Kapan ya, jodoh gue kelihatan." "Sabar dong," saut Harson dari belakang keduanya. Mendengar itu, Sauna dan Gangika berbalik badan menoleh ke arah Harson yang ikut mengantri kini. "Emangnya, lo gak niat apa, Son? Gue pengen nikah kayak Sauna dan punya anak juga. Umur gue itu udah berlumut," balasnya lirih. "Yeeee ... lo mikir diri lo sendiri. Bukan lo, gue dan Ryung aj

