PARIS.

2089 Words

Rex mengantarkan Xeena sampai di depan Mansion Raiden. Melihat wajah Xeena yang masih tertidur pulas, membuat senyum di wajah Rex kian mengembang. "Harusnya aku yang melihat wajah cantik dan senyummu setiap hari, Na." Rex mengelus wajah Xeena sesaat. Suatu pergerakan kecil karena elusan tangannya membuat Rex menahan napas meski hanya sesaat. Namun saat mata Xeena tetap terpejam, Rex bernapas lega. "Na, kita sudah sampai. Hei, kau bisa mendengarku?" Hening, Xeena tetap terlelap dengan pulasnya. Rex tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Keluar dari mobil dan berputar menghampiri pintu tempat Xeena duduk. Membuka pelan dan mengangkat tubuh Xeena dengan sangat hati-hati. Menutup pintu mobil dan berjalan memasuki halaman mansion Raiden. Dengan langkah pelan Rex berjalan sant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD