Sejak hari di mana Aya tahu bahwa dirinya hamil dan keguguran, Aya benar-benar berubah 100 persen. Jika sebelumnya Aya masih berusaha bekerja, menguras tenaga dan pikirannya—setelah pulang dari rumah sakit, pulang dari pemakaman calon buah hatinya Aya justru tidak melakukannya sama sekali. Aya tidak melakukan apapun. Aya tidak pergi kerja, tidak mencoba untuk mencari udara keluar, bicara dengan sahabatnya atau melakukan melakukan hal lain yang bisa mengalihkan pikirannya. Duka yang Aya rasakan terlalu dalam, hingga wanita itu hanya mengurung diri di kamarnya dan banyak melamun. Kantor tempat Aya bekerja memang lagi-lagi memberikan waktu untuk Aya memulihkan perasaannya, tapi bagaimanapun mereka tidak bisa memberikan waktu itu selamanya untuk Aya, kan? Pintu kamar wanita itu di ketuk, na

