48. Hilang Tanpa Jejak

2087 Words

Butuh waktu beberapa puluh detik untuk Miura kembali pada kesadaran penuhnya lantas mendorong tubuh Rizal agar menjauh darinya. Deru napas gadis itu terdengar kasar, tergesa meski nyatanya ia tidak kemana-mana. Mereka hanya diam di tempat, tidak melakukan apapun yang menguras tenaga—lantas kenapa Miura bisa terlihat seperti itu? Seperti habis lari puluhan kilo padahal nyatanya ia hanya tengah berusaha lari dari kenyataan yang kini dihadapinya. “Apa-apaan kamu!” Suara Miura akhirnya setelah disadarkan oleh kenyataan. “Kamu nggak inget Aya?! Kamu nggak inget kamu punya istri di rumah yang nunggu kamu?! Kamu sadar nggak apa yang kamu lakuin ini, Mas! Kamu udah khianatin sahabatku!” “Kamu juga udah khianatin sahabatmu sendiri, kan? Dengan lakuin hal yang sama dan ngakuin perasaan kamu sama s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD