29. Tiga Lelaki

1070 Words

Pintu IGD terbuka, dan sosok Tama muncul dari sana. Dia berjalan mendekati kami dengan seulas senyum. "Lo datang sama Tama?" tanya Giko yang agak kaget melihat kedatangan Tama. Aku hanya mengangguk pelan, dan diam-diam melirik Danar. Lelaki itu nggak bereaksi apa pun. "Kalian kenapa bisa babak belur gini?" tanya Tama begitu langkahnya sampai ke depan kami. "Biasalah namanya juga cowok. Nggak babak belur nggak afdol," sahut Giko seraya terkekeh. "Siapa yang melakukannya? Kalian nggak lapor pada polisi?" Giko dan Danar saling tatap selama beberapa saat, lalu kepala Giko menggeleng. "Ini cuma urusan sepele nggak perlu melibatkan polisi. By the way, thanks ya udah nganterin Wina ke sini." "Nggak masalah." Aku bergeser ke sisi Danar dan melihat luka di wajahnya. "Mudah-mudahan Arin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD