Kejebak macet ketika pulang dari lembur itu sangat tidak menyenangkan. Bayangkan saja, seharian bekerja. Badan sudah lelah, lengket, tulang seolah remuk dan harus dihadapkan macet serta bisingnya ibu kota. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan? Kalau sudah seperti ini aku ingin terbang saja. Melewati ratusan manusia dan kendaraan yang berjejal di jalanan. Sudah sepuluh menit mobil Giko mandeg. Nggak jalan sama sekali barang satu senti pun. Klakson-klakson dari mobil dan motor bersahutan tak sabar. "Berisik, Bangke. Siapa sih yang nggak mau cepet jalan.Tapi di depan macet! Mata kalian semua pada buta apa gimana, sih?" omel Giko yang merasa terganggu dengan bunyi klakson di belakangnya. "Di depan ada perbaikan jalan kayaknya deh," ujarku yang merasa lelah karena mobil belum juga ber

