Chapter 8

1788 Words

Husna belum menyerah, dia masih menggedor pintu dan terus memanggil kakaknya. Sedangkan Rifan semakin salah tingkah dan pikirannya tidak bisa beroperasi selain berdiri mematung di belakang Husna. Fahmi yang melihat tubuh Rifan yang tidak berbuat apa-apa, menepuk keningnya. Tidak dapat dipercaya! Bahkan laki-laki itu malah melongo seperti orang .... Fahmi akhirnya berdiri dan menghampiri pintu tersebut, membuat Husna langsung berhenti memukuli pintu kaca itu. Untuk beberapa detik Fahmi tetap berdiri seraya bersedekap d**a, matanya menatap lurus ke arah belakang adiknya yang tidak lain tengah mengirimkan sinyal untuk Rifan agar segera bertindak. Rifan yang mengerti tatapan Fahmi, mengembuskan napas panjang dan berat. Namun, pada akhirnya, kepalanya mengangguk juga. Setelah melihat angguk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD