Chapter 11

1957 Words

Benar saja. Fakhri tidak segan-segan membuat perayaan untuk putri bungsunya itu. Sudah enam hari suasana pesantren Az-Zamil begitu riuh dan ramai dengan kegembiraan anak-anak yatim, masyakarat setempat, juga para alumni. Setiap hari dalam enam hari ini, kasidah juga shalawat terus berkumandang di pesantren itu, baik oleh santri yang sekarang masih mondok, bahkan para alumni tak mau kalah ikut memeriahkan. Tak ada satu wajah pun yang tidak menampilkan senyuman. Semua ikut bergembira dan begitu antusias. Besok, adalah hari utamanya. Hari penting dan sudah dinantikan oleh banyaknya orang. Hari di mana ijab kabul akan dilaksanakan. Sedang di dalam kamar Husna, Mila tengah mengelus rambut sang putri yang tidur berbantalkan kedua pahanya. Gadis yang beberapa jam lagi akan menjadi seorang is

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD