Chapter 42

1467 Words

“Dan karena malam ini Mbaknya hanya sendirian, maka saya lebih baik pulang lagi. Selain itu, saya juga sudah menjadwalkan ulang waktu belajar anda, Mbak, yaitu dipindahkan ke sore saja. Udara malam hari tidak baik untuk kesehatan tubuh apalagi Mbak yang memang memerlukan waktu istirahat banyak. Maka dari itu, untuk malam ini Mbak sebaiknya pulang cepat saja. Saya pulang lebih dulu, Mbak. Assalamu’alaikum.” Setelah berbicara, Rifan segera berbalik dan melangkah pergi. “Tunggu!” “Astaghfirullah!” Rifan menepis tangan Maya yang tiba-tiba memegang tangannya. Pria itu menatap protes pada perempuan itu yang hampir saja terjengkang ke samping. “Astaghfirullah, Mbak Maya. Jangan menjadi kebiasaan menarik dan menyentuh orang lain.” Maya menggeram. “Aku hanya memegang tangan Mas yang masih terl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD