Clay baru menyadari bahwa Naresh adalah sosok laki-laki yang sangat perhatian kepada mamanya. Dia saksikan betapa gentlenya Naresh saat memperlakukan mamanya sejak pergi dari kantor hingga tiba di apartemennya. Cara Naresh membimbing mamanya sangat menyentuh perasaan Clay. Cara bicaranya juga sangat lemah lembut, meskipun ada kata-kata membantah, Naresh tetap mempertahankan nada bicaranya agar tetap sopan dan lembut. Clay merasa ketakutannya terhadap Naresh perlahan berkurang. Kini mereka bertiga sudah berdiri di depan pintu apartemen. Ferti dikabarkan sudah berada di apartemen beberapa saat mobil Naresh tiba di lantai bawah gedung apartemen. Dia sendiri yang membuka pintu apartemen. "Mamaaaa." Ferti peluk Ola kuat-kuat menahan rasa rindu. Dia tidak mempedulikan Naresh dan Clay yang be

