Pisah Kamar

1109 Words

Antara percaya dan tidak, Clay mendengar kata-kata Ibu Ola tentang dirinya yang mungkin tengah hamil. Dia sempat memiliki ide membeli test pack, tapi Bu Ola menyarankannya untuk langsung ke dokter saja besok bersamanya. "Mau pergi sama Ibu atau sama suamimu besok?" tanya Ibu Ola saat Clay sudah benar-benar rapi dan cantik. Sisiran rambut Clay dibuatnya seperti Nayra kecil, dengan membentuk garis di atas kanan kepala, dan Clay sangat menyukainya. Dia sesekali menyentuh garis pinggir itu memastikannya tidak rusak. "Sama ibu," rengeknya. "Ajak Naresh?" Clay tersenyum menggeleng. "Sama ibu saja." "Nanti izin suamimu mau ke mana?" "Makan di resto sama Ibu." Bu Ola cubit pipi Clay gemas, senang sekali bisa memanjakan menantunya. Dia beri pelukan dan ciuman di pipinya, membuat Clay tampa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD