Sammy Cakrabirawa

1005 Words

"Jangan bilang siapa-siapa tentang ciuman pertama kamu," ujar Naresh sambil mengacak rambut Clay. Sore ini dia mengantar Clay pulang ke rumah, dia tersenyum puas karena telah memberi Clay kesenangan dan kepuasan. "Nggak, Naresh. Malu ah. Ciuman pertama dari kamu aneh. Masa di sini?" Clay melirik ke bagian bawah tubuhnya. Naresh tertawa kecil. Dia juga tidak mengerti kenapa dirinya sampai berpikiran memainkan milik Clay dengan oralnya, mengecupnya, dan ternyata memang sangat menggairahkan dirinya sendiri. Susah payah dia menahan diri, tapi dia harus melakukannya, lagi pula tak lama lagi dia akan menikahi Clay. "Aku akan mengenangnya sendiri, sebagai kenangan terindahku. Yah ... aku tau itu nggak semestinya dilakukan sebelum resmi menikah, tapi...." Clay menggantungkan kalimatnya. "Ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD