Kedamaian

1110 Words

Tak lama kemudian, rintik hujan berubah sedikit lebih lebat, tidak terlalu lebat, tapi membuat Naresh tidak bisa lagi melindungi wajah Clay dari jatuhnya rintik-rintik hujan. Wajah mulus Clay pun basah, dan Clay malah tertawa senang. Seumur hidupnya, baru kali ini dia bisa memandang air hujan turun dari langit dan menerpa wajah dan tubuhnya. Perasaannya sangat bahagia, terutama ketika menatap wajah Naresh di atasnya, yang juga sudah basah. Ada beberapa rintik hujan dari wajah Naresh yang jatuh ke wajahnya. Naresh yang merasakan ketenangan dan kenyamanan, menundukkan wajahnya mendekat ke wajah Clay yang berada di atas pangkuannya. Lalu dengan lembut menyentuhkan bibirnya ke bibir Clay, melumatnya sambil memejamkan matanya. Clay bergidik saat merasakan betapa hangat dan lembut bibir Nare

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD