Sesal Manna

1011 Words

Mobil jazz berwarna putih bersih berhenti tepat di depan sebuah hotel berbintang lima. Naresh lalu menyerahkan kunci mobilnya kepada petugas hotel dan membiarkan petugas itu memilih parkir yang nyaman untuknya. Dia lalu berjalan mantap ke dalam lobi hotel dan duduk di atas sofa empuk. "Aku sudah di depan." Naresh sepertinya sedang menghubungi Manna. "Baiklah. Aku segera ke sana." Selama ini Naresh dan Manna hanya berhubungan lewat media sosial atau telepon genggam. Keduanya cukup dekat dan akrab. Di mata Naresh, meskipun Manna terkesan manja, tapi dari jenis suaranya Manna adalah sosok yang tegas dan cepat mengambil sebuah keputusan. Naresh suka dan dia pun berniat akan 'mempelajari' Manna lebih jauh. Hal ini dia lakukan demi menyenangkan keduaorangtuanya, karena papanya yang memilihk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD