Kana dan mertuanya saling lempar senyum saat melihat pemandangan yang menyejukkan mata di luar pekarangan, sampai saling menggenggam tangan. Entah kenapa mereka yakin Naresh dan Clay adalah pasangan masa depan dalam keluarga mereka. Terlepas dari sikap Naresh yang pernah disesalkan Clay. "Yang ini lebih ganteng dari Bilal," gumam Mita tanpa sadar. Dia jadi mengingat wajah Bilal lewat ponsel Clay. Menurutnya Naresh jauh lebih sempurna. "Ih, Ma. Jangan banding-banding lo," ujar Kana sedikit berdecak. "Lebih ganteng dari Bisma," tambah Mita dengan memberi tekanan pada nada suaranya. Dia kagumi kesempurnaan Naresh. "Mobilnya ... aduh, jadi kepingin muda lagi." Kana tertawa menggeleng, hingga menutup mulutnya. Semakin lama mertuanya, semakin lucu dan menggemaskan. Dan dia menyukai keteruste

