Getaran Asmara

1340 Words

"Jadi Bilal belum bilang maaf ke kamu soal malam Minggu?" Clay menggeleng. Bilal sama sekali tidak mengucapkan maafnya, padahal jelas-jelas dia sendiri yang menyebabkan rusaknya malam itu dan bersalah. Tapi justru Clay yang dia tuntut berucap maaf. "Kayak kamu dulu yang nyebelin dan nggak bilang maaf," decak Clay. Naresh tertawa. "Haha. Tapi aku akhirnya minta maaf kan?" Clay mengangguk pelan tapi wajahnya cemberut. "Masih kesal?" Clay menggeleng. "Maksudku sama Bilal?" "Iya. Kesel dong." Naresh tersenyum penuh misteri. "Prediksiku dia nggak akan bilang maaf, dan dia nggak tenang. Kalo pun pada akhirnya dia meminta maaf, waktunya sangat lama dan dia sangat berat mengucapkannya." Clay mendelik tidak mengerti. "Satu hal. Ada sekelompok orang yang gengsi berucap maaf, walau sek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD