Hikmah Indah

1039 Words

Tidak ingin cepat selesai, Naresh mengangkat tubuh Clay dari tubuhnya sejenak, berbisik ke telinga Clay, memintanya untuk rebah terlentang, dan dia yang akan memegang kendali. Clay rebah dan segera mengangkang lebar. Dia sendiri sudah tidak sabar ingin segera dimasuki. Melihat milik suaminya yang masih terjulur kaku dengan rambut halus di sekitarnya, entah kenapa, membuat gairahnya selalu mencuat. Baru saja dia ingin memegangnya, dua tangannya dipegang kuat Naresh dan menekannya di atas kasur, Naresh sudah menindihnya dan bergerak naik turun. Clay mendesah dan mengerang, wajahnya menyiratkan bahwa dia sangat menikmati kesenangan yang diberikan suaminya. Setiap gerakan yang memompa tubuhnya, seolah dirinya hendak terbang entah ke mana, kenikmatan sudah menjalar ke sekujur tubuhnya. Nare

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD