Dua makhluk dalam ruang tertutup itu sama-sama terperanjat. Mata mereka saling tatap. Namun, tak lama saling membuang pandang karena kekikukan kini menggerogoti keduanya. Kinan membetulkan duduk. Sementara Damian membenarkan posisi sambil kembali memegangi setir. Kepalanya ke kanan ke kiri tak tahu harus melakukan apa. Lalu memandang lurus ke depan sambil menggigiti bibir bawahnya sendiri. Ia menyesal. Ia takut jika Kinan salah paham padahal ia hanya ingin membetulkan duduk Kinan agar bisa tidur lebih nyaman. Hening. Tidak ada suara. Keduanya tenggelam dalam kebisuan. Bagaimana insiden ini bisa terjadi di antara mereka.?Bahkan Kinan kini tak tahu bagaimana harus merespon kejadian itu. Ia tahu pasti Damian tak sengaja mengingat ia terpental karena kursi yang bergerak maju otomatis

