Chapter 32 : Mari Menjadi Teman

1575 Words

    Ibu pemilik penginapan meninggalkan Damian dan Kinan di room setelah memberi kunci. Sebelum pergi, dia tersenyum penuh arti menatap Damian dan Kinan bergantian. Gigi-giginya yang kuning ia tunjukkan seolah memberi isyarat agar mereka  bersenang-senang. Membuat Kinan benar-benar tak tahu harus bagaimana lagi. Sedang kamar yang tersisa hanya kamar yang mereka tempati sekarang. Kamar yang memang tidak terlalu banyak, membuat semua ruangan terisi penuh. Atau entah hanya alibi pemilik penginapan yang senang bermain-main.     Ruangan bernuansa bambu dengan ornamen serupa itu membuat suasana sunda teramat kental. Kinan menghindari kecanggungan dengan membuka pintu belakang yang tersambung dengan balkon menghadap taman. Pemandanganya benar-benar indah persis seperti apa yang dikatakan pemilik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD