Chapter 44 : Perasaan yang Menyiksa

1748 Words

Kinan memasuki pintu utama gedung rumah sakit. Aroma antiseptic menusuk hidung Kinan dengan tajam. Ia benar-benar tak menyukai aroma ini. Hingga dia paling tak mau pergi ke rumah sakit kecuali mengantar Ibu berobat. Orang-orang lalu-lalang baik pasien maupun pengantar. Terlihat salah satu pasien yang susah payah berjalan. Sedikit tertatih. Sudut bibirnya mendesis menahan sakit dengan wajah pucat pasi. Salah satu pasien lainnya duduk di atas kursi roda dengan bantuan salah satu keluarga. Beberapa pasien lain sibuk mengantri di ruang pendaftaran. Menunggu sampai tiba nomornya dipanggil. Kinan mengatur langkah agar cepat sampai di ruangan. Di mana Damian sedang menunggui Chasta. Sebelumnya, Sekretaris Sin meminta Kinan membawakan dokumen juga beberapa baju ganti yang sudah disiapkan. Dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD