BAB 67 – TARUHAN DI MEJA KEKUASAAN Ketegangan di antara mereka masih menggantung di udara, seperti badai yang menunggu untuk meledak kapan saja. Di luar, langit malam Milan dihiasi gemerlap lampu kota, tetapi di dalam ruangan ini, hanya ada dua jiwa yang saling mengukur kekuatan masing-masing. Lovania mengangkat gelas anggurnya, memutarnya perlahan sebelum menyesapnya dengan elegan. Matanya tidak lepas dari Marco, pria yang duduk di seberangnya dengan aura superior yang tak tergoyahkan. Lovania: (Nada halus, tetapi tajam seperti belati.) "Aku tidak suka permainan yang tidak memiliki hadiah yang cukup berharga. Jadi, Marco… apa yang sebenarnya kau tawarkan?" Marco menyeringai tipis, menikmati tantangan yang diberikan Lovania. Wanita ini bukan hanya cantik, tetapi juga mematikan dengan

