24

1123 Words

Elias bagai duri dalam daging. Setiap tingkah laku Elias seolah dirancang demi merugikan Abel. Bahkan sekalipun dirinya mendapat sokongan dari Charion dan Seymour, ambisi Elias memantapkan posisi benar-benar mencengangkan. Pikiran Abel terbentur oleh sekian kepentingan dan tujuan yang harus terpenuhi. Dia dan Loren telah mengorbankan segalanya. Tidak boleh mundur. Tiada keraguan. Tetap fokus pada rencana awal. Akan tetapi, sebagian dari diri Abel tersentuh oleh kehadiran Juliet. Hanya karena norma dan keberadaan Yevette sajalah yang mampu mempertahankan kewarasan Abel. Dia tetap berpura-pura tidak tertarik ketika Elias dan Juliet membaur dalam tarian. Atmosfer yang tercipta di antara Elias dan Juliet membuat dirinya linglung sejenak dan salah mengikuti gerakan tari. “Pangeran?” Kecem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD